Liverpool manager, Rafa Benitez menandatangani kontrak baru berdurasi lima tahun dengan klubnya sekarang dan mengungkapkan bahwa keluarganya adalah faktor kunci dalam keputusannya bertahan di Merseyside.
"Saya sangat senang dengan keadaanku, keluarga dan fans. Ini adalah keputusan yang sangat mudah untuk diambil bagiku karena aku hanya ingin bertahan di klub ini." Katanya pada Liverpool Echo.
Dia sekarang berharap saga kontrak barunya dapat dilupakan dan menghadapi masa depan dengan penuh optimis. "Kami ingin memperbaiki semua lini, skuad tim, mental dan segala yang mungkin. Bagiku dan keluarga, ini adalah minggu yang sangat menakjubkan. Keinginanku adalah memenangkan kejuaaraan bukan hanya pertandingan"
"Tetapi mengalahkan Real Madrid dan Manchester United kemudian menandatatangani kontrak baru membuat minggu ini sempurna. Namun sekarang kami harus menatap ke depan, bukan ke belakang."
"Kami harus melanjutkan pekerjaan yang telah diraih dan terus membuatnya lebih baik lagi. Pesanku kepada fans sangat jelas. Merekalah yang membuatku menandatangani kontrak baru. Ini adalah klub yang hebat dengan fans yang hebat. Minggu lalu aku bertemu dengan penggemar yang selalu membawa bendera ke setiap pertandingan. Di bendera itu ada fotoku dan tulisan Spanyol 'siempre es possible’ dan berkibar setiap pertandingan kandang kami."
"Aku juga melihatnya di Santiago Bernabeau dan bertemu dengan suporter tersebut di Melwood minggu lalu. Ini sangat lucu namu juga menunjukkan semangat yang luar biasa dari fans Liverpool dan dukungannya pada managernya."
"Lucu karena dia bilang 'kamu harus tandatangan kontrak' dan'aku harap untuk sepuluh tahun' namun kemudian dia merubahnya 'tidak tapi untuk dua puluh tahun'
Sekarang kontrak telah ditandatatangani dan berkata "Prioritasku sekarang memperbarui persetujuan baru dengan staff dan pemain yang penting bagi perkembangan klub."
Thursday, March 19, 2009
Pepe percaya Ronaldo ingin ke Bernabeu
Pepe masih percaya bahwa Cristiano Ronaldo akan segera bergabung dengan Real Madrid. Sayap Manchester United telah dihubung-hubungkankan dengan kepindahannya dengan tim ibukota Spanyol itu sejak musim panas lalu.
Pepe bicara pada Marca bahwa teman setimnasnya itu ingin bermain di Santiago Bernabeu dan berpikir dia akan bergabung dengan El Real.
"Aku akan sangat senang Cristiano bergabung dengan MAdrid. Dia telah mengatakan pada press bahwa dia ingin datang dan aku harap tahun depan dia bersama kami", katanya.
Selain tentang Ronaldo, Pepe juga bicara tentang Julien Faubert yang telah mencederainya minggu lalu dan juga tentang Raul . Pemain belakang itu mengatakan bahwa dia tak bermaksud mencederainya. "Sangat berat bermain untuk tim sebesar Madrid dan dia harus diberi waktu untuk beradaptasidengan tim."
Kemudian dia memuji kaptennya dan kekalahan Madrid dari Liverpool. "Bagiku, Raul adalah panutan. Jika dipanggil kembali membela timnas Spanyol, kita harus memberikan selamat padanya karena yang dia lakukan luarbiasa dan akan membela Spanyol seperti anaknya sendiri."
"Liverpool bermain sangat baik melawan kami. Mereka memiliki beberapa peluang dan memanfaatkannya dengan baik, sedang kami membuang kesempatan yang ada dan harus membayar mahal untuk itu."
Terkahir dia beropini pemilihan presiden klub yang akan datang. "Presiden harus memberikan stabilitas dan membuat Real berjaya seperti sebelumnya. Banyak orang berbicara tentang Florentino Perez, dia telah melakukan pekerjaan yang sangat bagus bagi tim dan membawa stabilitas bagi klub."
Pepe bicara pada Marca bahwa teman setimnasnya itu ingin bermain di Santiago Bernabeu dan berpikir dia akan bergabung dengan El Real.
"Aku akan sangat senang Cristiano bergabung dengan MAdrid. Dia telah mengatakan pada press bahwa dia ingin datang dan aku harap tahun depan dia bersama kami", katanya.
Selain tentang Ronaldo, Pepe juga bicara tentang Julien Faubert yang telah mencederainya minggu lalu dan juga tentang Raul . Pemain belakang itu mengatakan bahwa dia tak bermaksud mencederainya. "Sangat berat bermain untuk tim sebesar Madrid dan dia harus diberi waktu untuk beradaptasidengan tim."
Kemudian dia memuji kaptennya dan kekalahan Madrid dari Liverpool. "Bagiku, Raul adalah panutan. Jika dipanggil kembali membela timnas Spanyol, kita harus memberikan selamat padanya karena yang dia lakukan luarbiasa dan akan membela Spanyol seperti anaknya sendiri."
"Liverpool bermain sangat baik melawan kami. Mereka memiliki beberapa peluang dan memanfaatkannya dengan baik, sedang kami membuang kesempatan yang ada dan harus membayar mahal untuk itu."
Terkahir dia beropini pemilihan presiden klub yang akan datang. "Presiden harus memberikan stabilitas dan membuat Real berjaya seperti sebelumnya. Banyak orang berbicara tentang Florentino Perez, dia telah melakukan pekerjaan yang sangat bagus bagi tim dan membawa stabilitas bagi klub."
City Lolos lewat Adu Penalti
AFP/Henning Bagger
Di Stadion Energi Nord Arena, Jumat (20/3/2009) dinihari WIB, City yang sudah mengantongi keunggulan 2-0 di leg pertama tetap menurunkan para pemain terbaiknya ke lapangan.
City sebenarnya lebih menguasai permainan, tetapi kelengahan mereka di menit-menit akhir pertandingan membuat pasukan Mark Hughes harus kecolongan dua gol dari Luton Shelton dan Michael Jakobsen.
Menerima umpan dari Caca di menit 86, Shelton melepaskan tendangan kaki kiri yang tak kuasa dihadang kiper Shay Given dan membuat Aalborg memimpin 1-0.
Di menit terakhir, bencana terjadi bagi City ketika penyerang Ched Evans handsball di kotak terlarang. Tanpa ampun, wasit pun menghadiahi penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Jakobsen.
Skor 2-0 bagi Aalborg pun memaksa laga harus diselesaikan melalui perpanjangan waktu. Namun setelah 2x15 menit extra time dimainkan, tetap tak ada yang berhasil mencetak gol tambahan sehingga adu penalti pun harus digelar.
Dua penendang pertama dari masing-masing tim sukses melakukan kewajibannya. Namun penalti ketiga Aalborg yang diambil Thomas Augustinussen bisa diselamatkan oleh Given.
Setelahnya, lagi-lagi para penendang kedua kubu dengan mulus melesakkan bola ke gawang. Given kembali jadi pahlawan dengan menggagalkan penalti Shelton dan itu membuat City memenangi penalti dengan 4-3.
Hamburg Singkirkan Gala
Di tempat lain, Hamburg SV berhasil memukul tuan rumah Galatasaray 3-2. Kemenangan ini membawa pasukan Martin Jol berhak atas satu tiket 8 Besar karena secara agregat mereka unggul 4-3.
Galatasaray yang berbekal hasil 1-1 di pertemuan pertama langsung unggul di menit 42 lewat penalti Harry Kewell. Hadiah penalti diberikan setelah Milan Baros dijatuhkan Jerome Boateng di kotak penalti.
Empat menit memasuki babak kedua, seisi Stadion Ali Sami Yen kian bergemuruh ketika Baros menggandakan keunggulan Gala menjadi 2-0 melalui sebuah tendangan lambung sedikit dari luar kotak penalti.
Tetapi Hamburg pantang menyerah. Dalam waktu dua menit, yakni di menit 57 dan 60, Jose Paolo Guerrero berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Hasil ini sudah cukup bagi Hamburg untuk lolos.
Pukulan yang membuat Galatasaray KO akhirnya tercipta di menit terakhir melalui gol Ivica Olic. Sebuah umpan dari Marcell Jansen sukses dimanfaatkan penyerang Kroasia itu menjadi gol pamungkas Hamburg.
Paris SG Melaju
Satu slot di perempatfinal lainnya dikuasai oleh Paris Saint Germain. Melawat ke markas Sporting Braga, Paris pulang dengan kemenangan 1-0 yang juga menjadi agregat akhir dari dua laga.
Paris harus menunggu selama 81 menit sebelum akhirnya memastikan lolos. Gol yang dicetak pemain pengganti Guillaume Hoarau di menit ke-81 sudah cukup untuk meloloskan tim ibukota Prancis itu.
Susunan pemain
Aalborg: Zaza; Bogelund, Nielsen, Jakobsen, Beauchamp; Due (Nomvethe 46), Johansson, Risgaard (Tracy 77); Augustinussen, Caca (Kristensen 106), Shelton
Man City: Given; Richards, Dunne, Onuoha, Bridge (Garrido 55); Zabaleta, Kompany (Elano 107), Ireland, Wright-Phillips; Robinho (Caicedo 96), Evans
---
Galatasaray: De Sanctis; Balta, Yaman, Ozbek; Kurtulus (Sas 77), Sarioglu (Nonda 86), Akman, Turan, Lincoln (Karan 66); Kewell, Baros
Hamburg: Rost; Boateng, Mathijsen, Alex Silva, Jansen; Benjamin (Gravgaard 80), Aogo, Pitroipa, Jarolim; Olic (Rincon 90), Guerrero
---
Braga: Eduardo; Joao Pereira, Rodriguez, Leone, Evaldo; Alan (Mossoro 72), Vandinho, Aguiar, Cesar Peixoto (Orlando Sa 84); Paulo Cesar (Jorginho 87), Renteria
Paris: Landreau; Sakho (Ceara 46), Camara, Traore, Armand' Chantome, Pancrate (Mabiala 87), Sessegnon, Clement; Kezman (Hoarau 77), Luyindula
detiksport.com
Liga Inggris Pekan Ini, The Blues & The Reds Memburu Red Devils
AFP/Andrew Yates
Pekan lalu MU sang juara bertahan dipermalukan di kandang sendiri. Di kandang sendiri, mereka dihantam 'Si Merah' dengan skor telak 1-4.
Dengan bayang-bayang tak mengenakkan tersebut, MU akan berusaha kembali ke jalur kemenangan sekaligus menambah rentang jarak dengan Liverpool dan Chelsea yang kini tinggal empat poin saja, meski MU punya satu laga lebih banyak.
Akhir pekan ini, Craven Cottage markas Fulham akan jadi saksi apakah MU akan bisa langsung bangkit dari hasil buruk yang baru mereka derita, atau malah tergelincir lagi.
Beruntung buat MU, catatan mereka atas Fulham terbilang positif. Ryan Giggs cs belum pernah kalah lagi dari Fulham sejak ditekuk 1-3 pada 25 Oktober 2003.
Dari tiga pertemuan terakhir dengan Fulham di Liga Primer, dalam data head to head Soccerbase, MU bahkan selalu menang dengan total gol delapan biji, tanpa pernah sekalipun kebobolan.
Meski demikian, sepakbola kerap menghadirkan kejutan. Jika MU lantas jadi korban kejutan itu, Chelsea dan Liverpool siap memanfaatkan.
Chelsea akan menjalani derby London kontra Tottenham Hotspur di White Hart Lane. Ini bukan laga mudah buat 'Si Biru' karena hanya mereka-lah klub London yang belum pernah memenangi derby ibukota musim ini, sebagaimana dicatat Eurosport.
Akan tetapi, statistik juga kurang berpihak kepada Spurs, yang mana cuma bisa sekali memenangi 33 pertemuan terakhirnya dengan Chelsea.
Sudah begitu, faktor Guus Hiddink di Chelsea jadi aspek penting lain. 'The Blues' berhasil memborong kemenangan di empat partai Liga Primer-nya di bawah penanganan Hiddink.
Sementara itu, Liverpool yang raihan angkanya setara Chelsea juga akan menjalani laga tak kalah sengit. Mereka akan menjamu Aston Villa yang tengah berusaha lolos ke Liga Champions dengan menempati posisi empat klasemen akhir.
Di atas kertas, statistik lebih berpihak kepada Liverpool. 'Si Merah' yang nanti jadi tuan rumah dicatat belum pernah kalah dalam 25 partai Liga Primernya di Anfield. Villa sendiri hanya mampu memenangi satu dari enam pertandingan terakhirnya lawan tim 'big four'.
Jelang Liverpool vs Aston Villa, Lanjutkan Sensasi Liverpool!
The Reds akan menjamu The Villans dalam laga lanjutan Premier League, Minggu (22/3/2009). Liverpool dalam kondisi luar biasa baik menyusul sukses besar membekap Manchester United 4-1 di Old Trafford serta lolos ke perempatfinal Liga Champions setelah menghantam Real Madrid 4-0 . Itu belum ditambah dengan bertahannya manajer Rafael Benitez di Anfield setelah meneken kontrak baru.
Dengan kondisi itulah The Kop berharap hasil posistif yang mereka raih di dua laga sebelumnya bakal terulang. Apalagi di atas kertas The Villans jelas kalah kelas dibanding Los Merengues dan The Red Devils, hal mana membuat punggawa The Anfield Gank tambah optimis meraih kemenangan.
"Masih sulit mengejar MU. Bila mereka menang akhir pekan ini, maka kami akan ketinggalan tujuh poin. Yang bisa kami lakukan adalah memenangi seluruh laga yang kami jalani," tukas Dirk Kuyt dikutip dari Liverpool Echo.
"Kami berharap, penampilan saat melawan Real Madrid (di Liga CHampions) dan MU bisa kembali kami ulangi kala menghadapi Villa," tambah striker asal Belanda itu.
Kondisi sebaliknya dialami Aston Villa. Sejak dikalahkan Chelsea 0-1 (21/2/2009), Villa tidak pernah menang di Premier League. Gareth Barry dkk. hanya mampu meraih hasil satu poin saat melawan Stoke City (1/3/2009) .
Dalam dua laga terakhir, Villa menelan kekalahan, masing-masing atas Manchester City (4/3/2009) dan Tottenham Hotspur (15/3/2009). Kekalahan terakhir membuat Villa terlempar dari posisi empat besar. Status The Villans sebagai penantang Arsenal untuk meraih tiket terakhir Liga Champions dan bahkan jadi pengusik The Big Four perlahan mulai dilupakan.
Tekad untuk mengakhiri hasil negatif diungkapkan oleh Barry. "Kami memiliki dua partai berat di depan, Liverpool dan Manchester United. Tapi jika kami bisa tampil sangat menawan lawan salah satunya, itu (niscaya) akan melayangkan kami ke posisi finis bagus," tukas Barry pada The Sun.
detiksport.com
Fergie: Lima Gelar? Terlalu Banyak
(Reuters)
MU sejauh ini telah meraih dua piala di musim ini, yakni Piala Liga Inggris dan Piala Dunia Antarklub. Di tiga kompetisi lainnya mereka pun punya peluang yang sangat bagus. Di Premier League Ryan Giggs dkk masih bertengger di puncak klasemen. "Setan Merah" juga masih bertahan di Piala FA (semifinal) dan Liga Champions (perempatfinal).
Walaupun akhir pekan lalu ditekuk Liverpool 1-4 di Old Trafford, tapi sepertinya itu tidak lantas menjadikan mereka tiba-tiba tidak dijagokan. Meski demikian, Fergie sang manajer memilih tak sesumbar terlalu tinggi.
"Hal tentang piala sepakbola adalah, Anda harus menjadi yang terbaik dan juga butuh banyak keberuntungan. Dan saya pikir, untuk menguasai semua pertandingan adalah permintaan yang terlalu banyak," tuturnya kepada majalah New Statesman, Kamis (19/3/2009).
Fergie memang tidak berani mengucapkan keyakinannya bisa meraih sesuatu yang amat langka itu, bahwa timnya bisa menyapu bersih setiap kompetisi yang diikuti. Namun, ia menegaskan keyakinan kuatnya pada kekuatan pasukannya.
"Satu hal yang akan saya katakan adalah, inilah skuad terbaik yang pernah saya miliki. Setiap game yang kami mainkan, saya merasa sangat percaya diri."
"Saat ini, setiap penyerangan menakutkan pertahanan kami, dan setiap pertahanan menakutkan lini tengah dan depan kami. Itu memberi Anda konfidensi, tapi ini tugas yang sangat berat."
detiksport.com
Gattuso Bernostalgia
Gattuso dan Ronaldinho (Reuters)
"Kalau kami bertemu MU, kami pasti menang," cetus Gattuso kepada Corriere dello Sport, Kamis (19/3/2009).
Pernyataan itu sepertinya disandarkan Gattuso pada pengalaman manis Milan ketika menumbangkan "Setan Merah" di babak semifinal Liga Champions musim 2006/2007, sewaktu Il Diavolo keluar sebagai juara.
Bermain di Old Trafford, kala itu Milan kalah tipis 2-3, lalu menghajar telak klub elit Inggris tersebut dengan kemenangan 3-0 di San Siro -- sehingga menang agregat 5-3.
Kenyataan musim ini, Milan bahkan tidak berkompetisi di Liga Champions karena musim lalu hanya finish di urutan kelima di Seri A. Mereka turun di Piala UEFA tapi sudah terdepak di fase pertama knock-out di tangan Werder Bremen.
Adapun rival sekota Milan, Internazionale, tampil di ajang Liga Champions dan bertemu MU di babak 16 besar. Hasilnya, Inter ditahan 0-0 di Giuseppe Meazza, lalu menyerah 0-2 di markas skuad Alex Ferguson.
"Liga Champions selalu sulit dprediksi. Adalah krusial buat kami untuk menduduki lagi tempat kami di kompetisi ini. Satu tahun di Piala UEFA cukup buat kami," ujar Gattuso lagi.
"Kalau kami bisa mengalahkan Napoli, maka kami akan finish di urutan ketiga," sebut dia merujuk pada agenda pertandingan kedua akhir pekan ini, Minggu (22/3).
detiksport.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
